Lombok we miss U

Rasa syukur yang luar biasa bagi aku yang memiliki uang pas-pas bahkan sangat kurang bisa mengunjungi salah satu negeri iyang terkenal dengan keunikan budaya lokal dan pemandangan alam yang menakjub mata siapa saja yang pernah singgah disini. Negeri ini juga menjadi saksi aku dan pasangan halalku mencurahkan kasih sayang alias pacaran pertama kami setelah menikah atau bahasa keren pacaran islami wkwkwk. . . emang ada pacaran islami guys ?? ada mungkin yaa yaitu pasangan yang nge-date setelah menikah, seperti kami hehe

Banyak cerita lucu, sedih, senang dan romantis terjadi di negeri ini yang terkenal dengan sebutan pulau kembaran Bali. Rasanya tinta ini tak kan cukup tuk menulis semua cerita kami berdua se.perti firman Tuhan jikalau lautan, tumbuh-tumbuhan dijadikan tinta untuk menuliskan nikmat-nikmat Nya niscaya tidak akan cukup. Subhanallah, guys. betapa banyak yaa nikmat Tuhan yang terhingga. Lalu, Nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan ? waduuuhhh . . .gawat, kok jadi ceramah haha, maklumin ya guys soalnya masih ada keturunan ustadz wkwkwk

petualangan yang memiliki sejuta kisah ini adalah perjalanan kami berdua untuk pertama kali nya sebelum bahkan setelah menikah. setelah mendapatkan restu dari orang tua kami pun bersiap-siap untuk adventure, bahkan terkesan mendadak. kami baru pesan tiket H-1 keberangkatan. harga tiket 700 an ribu / org menerbangkan kami dari ibukota menuju pulau yang telah lama menjadi idaman kami berdua.  sebelum berangkat kami berdiskusi apakah memakai jasa paket tour honeymoon atau backpaker alias petualangan mandiri. akhirnya kami memutuskan backpaker-an berdua.

Penerbangan jam 14.15 tepat 9 November 2016, Rabu kami pun menuju bandara Soeta, namun di tengah perjalanan sepertinya kurang bersahabat alias Macet, tau sendiri Jakarta ya guys. kalau gak macet bukan ibukota namanya tapi ibu negara wkwkwk. kami pun menyuruh supir taxi melewati jalan Tol upaya menghindari macet dan berharap demikian, alhamdulillah jalannya juga macet. hati kami deg-deg an terbayang dipikiran nasib kami kalau ketinggalan pesawat mana uang pas-pas an bahkan modal nekat bisa-bisa nya ketinggalan pesawat hanya karena macet. Namun, kami berusaha tenang dan berdoa berharap ada mukjizat terjadi. Nah, inilah guys kekuatan pikiran benar2 menakjubkan saat kita sudah berdoa, kedua adalah mengandalkan kekuatan pikiran. pikiran kita akan terdengar oleh semesta dan alam semesta ini akan berusaha mewujudkan apa yang kita pikirkan tersebut. singkat cerita, jalan jadi lancar. tepat ja, 14.00 kurang 15 menit kami sampai di Bandara. langsung check in dan tergesa-gesa langsung disuruh menuju pesawat untuk boarding tanpa ada duduk duduk sejenak di Bandara hehe. . .

bersambung . . .

Komentar